Selasa, 08 Mei 2018

ada cinta di kampung halaman


KAMPUNG HALAMAN

                Yang aku rasakan sepinya desaku apalagi  depan rumahku ini membuatku semakin nyaman untuk istirahat, ditemani suara gemercik air, dinginnya suasana,dedaunan yang menari nari, suara ayam berkokok, dan sebuah layar tv/laptop dan pastinya ada keluarga.

Aku bahagia masih bisa berkumpul sama orang2 yang aku cintai terlebih lagi keluarga aku sendiri, mimpi mimpi itu terus muncul dikepalaku  ingin rasanya cepet cepet sukses agar bisa membahagiakan kedua orang tua serta keluarga dan menikah dengan orang yang tepat yang ditetapkan Allah SWT.

Kedua adikku salah satu yang menjadi alasan agar aku bisa terus semangat untuk bekerja keras, aku sebagai anak pertama harus bisa memberi contoh yang baik kepada mereka. Yaa aku harap mereka bisa menjadi anak yang lebih baik dari kakaknya, pendidikannya lebih tinggi dan pastinya harus lebih sukses dari kakaknya, agar bisa meninggikan derajat keluarga.


Ada seseorang yang membuatku terus memikirkannya yang terus ingin aku temui tapi karna keadaan yang mungkin tidak memungkinkan untuk bertemu dengannya, hanya ada satu cara yaitu menjenguk luluk (adikku1) di pesantren tapi itu juga ngga menjamin si buat bertemu dengannya. aku hanya bisa memendamnya biarlah agar rasa ini menjadi cinta dalam diam. dialah cinta pertamaku.

Ada juga seseorang yang jauh disana yang juga sering aku rindukan sebelum tidur biasanya, yaaa bisa dibilang teman special tapi bukan pacar yaa, kami tidak pacaran hanya sebatas teman itu saja. Tapi aku ngga tau anggapan dia kepadaku ya aku harap perasaanya sama denganku, dia adalah orang yang sudah berani bilang terlebih dahulu ingin menikahiku orang tua kami pun sudah saling kenal, tapi dia belum siap untuk menikahiku karena belum sangat mapan tapi dengan semangatnya yang tidak pantang menyerah untuk terus bekerja keras demi menabung untuk ibadahnya. disini aku hanya bsa membantu berdo'a  karena jodoh tetap ada di tangan Allah dan akan datang pada waktu yang tepat.

Kalau orang tuaku ngga pernah memaksa aku harus menikah dengan siapa yang ada pada orang tuaku yaitu mereka menyerahkan semua padaku mana yang kiranya baik untukku pasti orang tuaku juga setuju mereka hanya berharap orang yang menikah denganku yaitu orang yang bisa membimbingku dijalan Allah.
Aku hanya bisa berharap memiliki jodoh yang terbaik buat aku, agamaku dan jg keluargaku. -

Terima kasih, saya hanya ingin berbagi cerita



Tidak ada komentar:

Posting Komentar